PajakOnline.com—Menteri BUMN Erick Thohir melaporkan realisasi anggaran untuk stimulus Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang sudah disalurkan Bank Himbara mencapai Rp376 triliun. Jumlah tersebut menyasar 57 juta penerima manfaat.
"Beberapa inisiasi BUMN, kita bekerja sama dengan Kementerian Keuangan, Kementerian Ketenagakerjaan, dan K/L lainnya, BUMN menyalurkan stimulus PEN sebesar Rp376 triliun kepada 57 juta kelompok penerima manfaat," kata Erick dalam acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2021, belum lama ini.
Selain itu, nominal restrukturisasi kredit atas debitur yang terdampak pandemi yang disalurkan BUMN mencapai Rp29 triliun kepada 5,36 juta debitur. Erick mencatat, langkah efisiensi secara massif terus dilakukan manajemen perusahaan. Salah satu tujuannya agar perseroan bisa berkontribusi kepada negara baik dari dividen, pajak, hingga penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
"Alhamdulillah dengan segala tekanan dan berbagai cara, kita lakukan efisiensi konsolidasi di 2020 kita bisa memberikan pemasukan alternatif kepada negara sebanyak Rp 377 triliun yang terdiri dari pajak, dividen, dan PNBP," kata dia.
Pemulihan ekonomi menjadi suatu keharusan. Namun, Indonesia terlebih dahulu membangun dan memulihkan sektor kesehatan secara nasional. Itu karena kesehatan juga merupakan fundamental dalam perekonomian nasional. Hal itu sesuai dengan prinsip Indonesia Sehat, Indonesia Bekerja, dan Indonesia Tumbuh.
"Dengan kami berupaya menemukan vaksin Merah Putih atau vaksin BUMN yang di mana vaksin Merah Putih kita bekerja sama dengan berbagai pihak dari universitas terbaik di Indonesia maupun lembaga riset juga. Kita juga membuka kerja sama dengan universitas yang sangat terkenal di dunia," katanya.
