TRENDING
PajakOnline
BerandaBerita Pajak
Kalkulator PajakHubungi KamiKebijakan Privasi
← Semua beritaBerita

Kerja Keras APBN Terus Berlanjut Tahun Ini

Redaksi PajakOnline · 25 Feb 2022, 07.00 WIB

PajakOnline.com—Awal tahun 2022 diwarnai dengan gelombang baru kasus Covid-19 akibat penyebaran dari Varian Omicron. Omicron masih mendominasi peningkatan kasus harian terutama di AS, Eropa, dan India. Meski begitu saat ini penambahan kasus harian global terus menurun.

Hal yang sama terlihat dari data kematian harian yang mulai meninggalkan puncak. “Varian Omicron merupakan tantangan bagi seluruh negara-negara di dunia dalam terus menavigasi dan mengelola pemulihan ekonomi. Saat ini, secara global kasus harian memang mengalami penurunan,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Februari 2022 secara online.

Kasus harian domestik juga meningkat meskipun dengan angka kematian relatif rendah. Di lain sisi, berbagai negara mulai fokus menjalankan program vaksin booster, terutama di negara maju yang merupakan produsen vaksin. Di Indonesia, sampai dengan 18 Februari 2022 tercatat 51,5 persen populasi sudah mendapatkan dua dosis vaksin dan 3 persen sudah mendapatkan booster.

Perekonomian di beberapa negara telah kembali ke level pra-pandemi pada tahun 2021, termasuk Indonesia, AS dan Tiongkok. Namun di sisi lain banyak pula negara yang masih kesulitan mengembalikan kapasitas ekonominya, seperti Meksiko, Malaysia, Filipina, dan negara-negara Eropa.

Aktivitas manufaktur global masih kuat menunjukkan arah pemulihan dengan PMI global bulan Januari 2022 pada angka 53,2. Tren kenaikan harga komoditas masih berlanjut, dengan kenaikan inflasi yang terus membayangi negara maju seperti AS, Inggris, dan Eropa. Inflasi Indonesia masih terjaga meski rambatan tren global melalui inflasi negara produsen harus diwaspadai. Selain itu, potensi kenaikan suku bunga acuan dan pengetatan moneter semakin menguat, khususnya di negara maju.

Pertumbuhan ekonomi domestik pada Kuartal IV 2021 mencapai 5,02 persen, atau secara keseluruhan tahun 2021 mencapai 3,69 persen. Pertumbuhan yang kuat di tahun 2021 memberikan sinyal positif prospek ekonomi di 2022 dan meningkatkan keyakinan pelaku pasar terhadap pemulihan ekonomi Indonesia.

Hal ini juga tercermin dari peringkat kredit Indonesia yang dipertahankan Moody’s pada level Baa2 (stable). Proyeksi pertumbuhan ekonomi Kuartal I 2022 berada pada kisaran 4,5 – 5,2 persen (yoy) dan untuk tahunan diproyeksikan tumbuh pada kisaran 4,8-5,5 persen (yoy).

Berbagai indikasi positif memberikan optimisme bagi pelaku ekonomi dan berdampak baik bagi kinerja APBN di awal 2022. Kinerja positif APBN diharapkan terus berlanjut di bulan-bulan berikutnya walaupun di sisi penerimaan diperkirakan tidak sekuat bulan Januari. Demikian disampaikan pada publikasi APBN Kita edisi Februari 2022.