TRENDING
PajakOnline
BerandaBerita Pajak
Kalkulator PajakHubungi KamiKebijakan Privasi
← Semua beritaPerpajakan

Faktor Pengaruh Daya Beli Masyarakat

Redaksi PajakOnline · 9 Agu 2023, 13.00 WIB

PajakOnline.com—Sejumlah faktor dan indikator dapat memengaruhi atau menyebabkan daya beli masyarakat menurun. Daya beli masyarakat sendiri dapat diartikan seberapa tinggi tingkat kemampuan konsumen atau masyarakat luas dalam membeli serta mendapatkan barang yang mereka butuhkan.

Sementara itu, berdasarkan kemampuan tersebut permintaan dibagi menjadi beberapa macam, yaitu permintaan efektif (konsumen mampu dan mau membeli suatu produk), permintaan absolut (konsumen memiliki minat terhadap produk, tapi tidak mampu membelinya), dan permintaan potensial (Konsumen bisa saja membeli suatu produk, tapi mereka belum melakukannya).

Oleh karena itu, daya beli masyarakat merupakan salah satu faktor utama yang memengaruhi penentuan target penjualan bagi para pelaku usaha berskala kecil, menengah ataupun besar. Adapun faktor yang memengaruhi daya beli masyarakat, antara lain:


Sementara itu, peningkatan atau penurunan daya beli masyarakat yaitu tergantung pada kondisi perekonomian. Oleh karena itu, terdapat tiga indikator yang bisa memengaruhinya. Di antaranya:

1. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKESI), IKESI adalah indeks pengukuran tingkat kepercayaan konsumen terkait pendapatan saat ini dibandingkan dengan enam bulan yang lalu. Indeks ini disebabkan oleh sejumlah hal yaitu ketepatan waktu saat ini untuk membeli barang tahan lama dan berapa banyak lapangan kerja yang ada.

2. Indeks Ekspektasi Kondisi Ekonomi (IEKE), Indeks IEKE digunakan untuk mengukur ekspektasi konsumen terkait kondisi ekonomi beberapa bulan ke depan. Ada sejumlah aspek yang memengaruhi ekspektasi konsumen, yaitu lapangan pekerjaan, penghasilan, serta kegiatan usaha yang mempengaruhi daya beli masyarakat.

3. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), Indeks IKK adalah indikator ekonomi yang dibuat dengan tujuan untuk melakukan evaluasi terhadap tingkat optimisme atau pesimisme konsumen mengenai kondisi perekonomian. Untuk itu, minat konsumen yang tinggi atau rendah untuk berbelanja akan berpengaruh terhadap kegiatan industri dan bisnis dari suatu negara. Dengan demikian, angka indeks IKK yang naik menunjukkan bahwa konsumsi masyarakat meningkat. Sebaliknya, hal ini akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi.(Kelly Pabelasary)