PajakOnline.com—Berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK), ekuitas merupakan hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban. Dengan kata lain, ekuitas adalah besaran hak atau harta yang dikeluarkan perusahaan untuk memenuhi operasional perusahaan. Harta tersebut akan mengalami residu sebab kewajiban yang harus dibayarkan seperti utang dan beban.
Setiap perusahaan, perlu menjaga ekuitas dan mengatur nilai ekuitasnya secara baik dan rinci dengan cara mencatat setiap aset yang dimiliki serta kewajiban yang ada. Berikut beberapa unsur yang terdapat dalam
ekuitas:
1. Modal yang Disetor
Jumlah uang yang disetorkan oleh para pemegang saham dan dibagi lagi menjadi 2 golongan, yakni:
- Modal saham yaitu jumlah dari nilai saham yang ada.
- Agio atau disagio saham yaitu selisih jumlah setoran pemegang saham dengan jumlah nilai sahamnya.
2. Keuntungan yang Tidak Dibagi
Keuntungan yang didaptkan pada tahun-tahun sebelumnya yang tidak dibagi atau tidak diambil.
3. Modal Penilaian Kembali
Selisih antara modal pada periode sebelumnya dengan modal atau ekuitas yang akan dikeluarkan pada periode saat ini.
4. Modal Sumbangan
Modal yang ketika perusahaan mendapatkan aktiva baru yang asalnya dari sumbangan pihak lain.
5. Modal Lainnya
Modal yang didapatkan dari sumber lainnya bisa berasal dari cadangan yang ada, modal ekspansi, cadangan
penurunan harga, persiapan pelunasan obligasi, dan lain sebagainya.
Berikutnya, terdapat beberapa jenis ekuitas yang paling sering digunakan yakni:
1. Ekuitas Pemegang Saham
Jumlah seluruh uang yang nantinya akan dikembalikan kepada pemegang saham jika seluruh aset yang dimiliki oleh perusahaan dilikuidasi dan seluruh utang perusahaannya dibayarkan.
2. Ekuitas Pemilik Perusahaan
Hampir sama dengan ekuitas pemegang saham, namun yang membedakan ialah keuntungan pada ekuitas pemilik selanjutnya akan diterapkan di berbagai usaha yang tidak masuk ke dalam bursa efek.
3. Pembiayaan Ekuitas
Jika sebuah perusahaan dinyatakan sukses dan berhasil, tidak mendatangkan profit yang berarti maka pembiayaan ekuitasnya dapat dilakukan sebagai salah satu cara untuk mencari modal. Saham yang ada di perusahaan bisa dijual ke investor dan hasil pembiayaannya bisa digunakan untuk mengembangkan perusahaan.
4. Ekuitas Rumah
Nilai dari rumah yang dikurangi dengan jumlah utang hipoteknya, ekuitas ini sangat penting khususnya bagi Anda yang ingin membeli dan menjual rumah.
Penting untuk diketahui bahwa jumlah ekuitas dapat berkurang, terutama jika terjadi penarikan kembali
penyertaan oleh pemilik perusahaan, pembagian jatah keuntungan dan yang paling buruk ialah karena adanya
kerugian perusahaan. Nilai ekuitas juga dapat negatif jika jumlah kebwajiban lebih besar dari jumlah aset yang
biasanya dikenal dengan defisit.
Tujuan dari ekuitas sendiri menurut standar akuntasi keuangan ialah bagian dari hak pemilik dalam suatu
perusahaan yang harus dilaporkan atau disampaikan sehingga dapat memberikan informasi tentang sumbernya secara rinci dan jelas dengan menghadirkannya sesuai dengan peraturan yang berlaku. (Atania Salsabila)
